Langsung ke konten utama

Mempertahankan tulang punggung digital dan data pelanggan Indonesia

Telekomunikasi

Operator telekomunikasi Indonesia termasuk Telkomsel, Indosat, XL Axiata, dan Smartfren secara kolektif melayani lebih dari 370 juta koneksi mobile, membentuk tulang punggung ekonomi digital bangsa. Perusahaan telko menghadapi tantangan keamanan siber unik: melindungi basis data pelanggan yang masif, mengamankan peluncuran infrastruktur 5G, mempertahankan diri dari penipuan SIM swap, dan mematuhi kerangka regulasi Kominfo. Alpha Code menyediakan keamanan siber telekomunikasi khusus yang mencakup infrastruktur jaringan, perlindungan data pelanggan, dan kepatuhan regulasi terhadap PR 82/2022 dan persyaratan UU PDP.

Jadwalkan Konsultasi
Telekomunikasi

370 jt+

Koneksi mobile yang diamankan di seluruh telko Indonesia

12.000+

Kasus penipuan SIM swap dilaporkan per tahun

45%

Peningkatan serangan DDoS yang menargetkan telko year-over-year

IDR 1T+

Investasi tahunan telko dalam infrastruktur keamanan siber

Lanskap Ancaman

Memahami risiko

Ancaman keamanan siber utama yang dihadapi organisasi di sektor ini.

01

Penipuan SIM Swap & Serangan Identitas Pelanggan

Penipuan SIM swap memungkinkan penyerang membajak nomor ponsel untuk intersepsi OTP, penipuan perbankan, dan pencurian identitas. Telko Indonesia menghadapi tekanan yang meningkat dari regulator dan mitra perbankan untuk menerapkan kontrol pencegahan SIM swap yang kuat.

02

Serangan Infrastruktur Jaringan & SS7/Diameter

Protokol signaling lama (SS7) dan antarmuka Diameter yang lebih baru pada jaringan 4G/5G mengekspos telko terhadap pelacakan lokasi, penyadapan panggilan, dan pencurian data pelanggan. Serangan tingkat protokol ini dapat mengkompromikan seluruh basis pelanggan.

03

Serangan DDoS Menargetkan Ketersediaan Jaringan

Telko menghadapi serangan DDoS masif yang menargetkan infrastruktur DNS, jaringan transit IP, dan portal layanan pelanggan. Serangan volumetrik melebihi ratusan Gbps dapat mendegradasi layanan bagi jutaan pelanggan dan klien korporat.

04

Risiko Keamanan 5G & Edge Computing

Peluncuran jaringan 5G di Indonesia memperkenalkan permukaan serangan baru melalui network slicing, multi-access edge computing, dan virtualized network function. Arsitektur inti 5G cloud-native memerlukan pendekatan keamanan yang secara fundamental berbeda dari elemen jaringan lama.

Kepatuhan Regulasi

Tetap patuh, tetap terlindungi

Kerangka regulasi dan standar utama yang perlu dipenuhi organisasi Anda.

Kominfo

PP 71/2019 & PR 82/2022

Peraturan Pemerintah tentang Penyelenggaraan Sistem Elektronik

Mewajibkan operator telekomunikasi menerapkan sistem manajemen keamanan informasi, melakukan audit keamanan berkala, membangun kapabilitas respons insiden, dan mendaftarkan sistem elektronik ke Kominfo. Termasuk persyaratan lokalisasi data untuk sistem elektronik strategis.

Kominfo

Regulasi Telekomunikasi Kominfo

Standar Keamanan Telekomunikasi Kementerian Kominfo

Kominfo mewajibkan persyaratan keamanan khusus telekomunikasi termasuk kapabilitas intersepsi sah, standar perlindungan data pelanggan, langkah pencegahan spam dan penipuan, dan persyaratan ketahanan jaringan untuk infrastruktur telekomunikasi kritis.

UU PDP

UU 27/2022 (UU PDP)

Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi

Operator telekomunikasi yang memproses data pribadi pelanggan harus mematuhi persyaratan UU PDP termasuk batasan tujuan, minimalisasi data, manajemen persetujuan pelanggan, dan notifikasi pelanggaran dalam 72 jam untuk insiden yang memengaruhi data pelanggan.

Solusi Kami

Cara kami melindungi organisasi Anda

Solusi keamanan siber yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik industri Anda.

Studi Kasus

Telko Besar Indonesia Mengurangi Penipuan SIM Swap 94% dan Mengamankan Peluncuran 5G

Salah satu operator mobile top-3 Indonesia bekerja sama dengan Alpha Code untuk menerapkan sistem deteksi penipuan yang menargetkan serangan SIM swap, mengamankan deployment awal jaringan inti 5G-nya, dan membangun pusat operasi keamanan telekomunikasi tingkat lanjut.

94%

Pengurangan penipuan SIM swap yang berhasil

<10m

Waktu rata-rata deteksi intrusi jaringan

100%

Kontrol keamanan inti 5G terimplementasi

3x

Peningkatan cakupan deteksi ancaman

Mengapa Alpha Code

Dibangun khusus untuk sektor Anda

Kami memahami realitas regulasi, budaya, dan operasional industri Anda.

01

Keahlian Keamanan Protokol Telekomunikasi

Keahlian mendalam dalam keamanan protokol SS7, Diameter, GTP, dan SIP dengan pengalaman praktis menilai dan memperkuat jaringan signaling untuk operator mobile Indonesia. Tim kami mencakup mantan engineer jaringan telekomunikasi.

02

Spesialis Arsitektur Keamanan 5G

Pengalaman langsung mengamankan jaringan inti 5G cloud-native, menerapkan isolasi network slice, dan mendeploy kontrol keamanan untuk multi-access edge computing di seluruh deployment telko terkemuka Indonesia.

03

Deteksi Ancaman Skala Pelanggan

Kapabilitas deteksi yang dirancang khusus untuk beroperasi pada skala telko, memproses miliaran event harian untuk mengidentifikasi pola penipuan, serangan signaling, dan anomali jaringan di seluruh basis pelanggan melebihi 100 juta koneksi.

Pertanyaan Umum

Pertanyaan yang sering diajukan

Q

Bagaimana Alpha Code menangani penipuan SIM swap untuk telko?

Kami menerapkan pencegahan SIM swap berlapis termasuk penilaian penipuan real-time di titik penjualan, analitik perilaku untuk pola perubahan SIM yang mencurigakan, integrasi dengan umpan penipuan sektor perbankan, dan alur verifikasi identitas yang ditingkatkan. Pendekatan kami telah mencapai pengurangan lebih dari 90% dalam serangan SIM swap yang berhasil untuk operator Indonesia.

Q

Risiko keamanan 5G apa yang harus diprioritaskan telko Indonesia?

Area prioritas meliputi pengamanan inti 5G cloud-native terhadap serangan container dan API, penerapan isolasi network slice untuk mencegah kompromi lintas-tenant, perlindungan node multi-access edge computing, dan jaminan keamanan roaming untuk jaringan 5G standalone. Kami merekomendasikan memulai dengan asesmen arsitektur keamanan 5G sebelum peluncuran komersial.

Q

Bisakah Anda membantu kepatuhan regulasi Kominfo untuk telko?

Ya. Kami mendukung kepatuhan terhadap seluruh persyaratan keamanan telekomunikasi Kominfo termasuk implementasi SMKI, persiapan audit keamanan, pengembangan kapabilitas respons insiden, dan asesmen lokalisasi data. Tim kami memiliki pengalaman dengan proses audit Kominfo dan dapat mempersiapkan operator menghadapi peninjauan regulasi.

Q

Bagaimana Anda melindungi data pelanggan pada skala telko?

Kami menerapkan program perlindungan data yang mencakup basis data pelanggan, repositori CDR, sistem billing, dan platform CRM. Termasuk klasifikasi data, enkripsi untuk data saat diam dan saat transit, manajemen akses istimewa untuk sistem data pelanggan, dan pemantauan berkelanjutan terhadap pola akses data yang tidak sah.

Q

Apa perbedaan SOC telko dengan SOC enterprise standar?

SOC telekomunikasi harus memproses data jauh lebih besar volumenya, mengkorelasikan event di seluruh infrastruktur jaringan dan sistem TI, mendeteksi ancaman khusus telko seperti serangan signaling, dan mempertahankan visibilitas ke operasi yang menghadap pelanggan maupun backend. Kami membangun SOC telko yang dirancang khusus dengan data pipeline terspesialisasi, intelijen ancaman telko, dan skalabilitas kelas operator.

Siap mengamankan organisasi Anda?

Mari diskusikan bagaimana Alpha Code dapat membantu Anda memenuhi persyaratan kepatuhan dan bertahan dari ancaman yang terus berkembang.

Jadwalkan Konsultasi